Jumat, 01 April 2011

Contoh Karya Tulis

*attention: klo mow bwt karya tulis, usahakan jangan mengkopi sluruhnya. cz ini hanya untuk sebagai contoh saja. thanks atas prhatiannya ^_^.*
Dampak dan Upaya
Mengatasi Siswa yang Suka Merokok
Pada Usia Dini

Karya Tulis



Diajukan untuk memenuhi tugas praktik menulis
pelajaran Bahasa Indonesia sebagai salah satu syarat
 mengikuti Ujian Sekolah (UAS).




Disusun oleh :
Nama                     : Wenny Ariska Yulianty
Kelas                      : IX A
NIS                         : 13489
.






DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 KOTA JAMBI
TAHUN AJARAN 2008 - 2009


PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian
Saat ini siswa yang sering merokok di sekolah maupun di tempat lain bertambah banyak. Padahal umur mereka semua belum cukup atau masih sangat dini untuk mencoba hal-hal seperti itu. Mereka sepertinya tidak mengetahui betapa bahayanya merokok itu bagi kesehatan dan masa depan mereka. Oleh sebab itu saya mengangkat tema karya tulis ini sehingga saya dapat mengamati secara langsung kelakuan siswa-siswa yang merokok.

1.2 Permasalahan
Permasalahan-permasalahan dalam penelitian ini tersusun sebagai berikut :
1.      Apa faktor penyebab banyaknya siswa yang merokok pada usia dini ?
2.      Apa yang terkandung dalam rokok itu ?
3.      Apa akibatnya dari merokok itu ?
4.      Bagaimanakah ciri-ciri siswa yang merokok ?
5.      Apa upaya untuk mencegah dan mengatasi siswa yang merokok ?

1.3. Tujuan
Tujuan pembuatan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.      Agar semua siswa menyadari bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan dan masa depan mereka.
2.      Agar para siswa tidak ada lagi yang merokok atau setidak-tidaknya berkurang sehingga generasi bangsa saat ini menjadi lebih baik lagi.
3.      Agar nama sekolah tidak tercemar akibat tingkah laku para siswanya yang merokok.
4.      Agar udara menjadi bersih karena asap rokok yang semakin berkurang.
5.      Agar masa depan para siswa semakin terbuka lebar.
6.      Agar terhindar dari penyakit.

1.4. Metode
1.      Pengamatan langsung;
2.      Sumber bacaan
Seperti :  - buku               - internet.
- majalah           
3.  Televisi

1.5. Kegunaan
Penelitian ini berguna untuk:
1.      Udara menjadi bersih.
2.      Terhindar dari penyakit.
3.      Bisa hidup sehat.
4.      Generasi penerus bangsa semakin baik.
5.      Masa depan para siswa semakin terbuka lebar.
6.      Nama sekolah tidak tercemar akibat tingkah laku para siswanya yang merokok.




1.6. Sistematika
Karya tulis ini disusun dengan urutan sebagai berikut:
BAB I  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2  Permasalahan
1.3  Tujuan
1.4  Metode
1.5  Kegunaan
1.6  Sistematika
BAB II  PEBAHASAN
2.1  Rokok
2.1.1  Kandungan Rokok
      2.1.2  Cara Kerja Rokok
2.2  Faktor Penyebab Perokok Usia Dini dan Ciri-cirinya.
2.3  Upaya Mencegah dan Mengatasi Perokok Usia Dini
2.3.1        Peran Pemerintah dan Masyarakat
2.3.2        Tips Berhenti Merokok
                  2.4 Akibat-akibat Dari Merokok
BAB III  PENUTUP
1.1  Kesimpulan
1.2  Saran









BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Rokok
Rokok merupakan benda yang dibuat dari tembakau yang mengandung berbagai jenis zat-zat beracun dan berbahaya. Rokok tembakau (Nicotiana tabacum L ) mengandung suatu senyawa psikoaktif (zat yang dapat mempengaruhi mental, fisik, emosi, dan tingkah laku orang yang memakainya) yang disebut nikotin. Tembakau diduga berasal dari Argentina. Orang Indian merokok atau mngunyah tembakau dalam upacara adat sejak jaman dahulu. Columbus memperkenalkan tembakau ke Eropa pada tahun 1490-an. Dari Eropa, tembakau kemudian menyebar ke Afrika dan Asia. (IPA KIMIA kelas VIII hal 82).
Di Indonesia tembakau ditambah dengan cengkeh dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek, tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, rokok pipi, cerutu, dan tembakau tanpa asap (tembakau kunyah).

2.1.1 kandungan rokok.
Kadar nikotin dalam tembakau berkisar antata 1% - 4%. Jadi dalam satu batang rokok terdapat sekitar 1,1 mg nikotin. Selain mengandung nikotin, rokok tembakau juga mengandung zat-zat organik lain dan berbagi bahan tambahan (zat aditif). Pada waktu rokok diisap, tersedot pula hasil pembakaran yang berupa zat-zat kimia beracun yang tidak kurang dari 4000 macam senyawa. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85%) dan partikel. Komponen gas itu berupa karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), amonia, asam hidrosianat, nitrogen oksida dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat kimia lainnya berupa hydrogen sianida, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethane, benzene, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol, preylene, serta lainnya.
Dan penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa asap rokok terdiri atas asap utama dan asap samping (seconhandsmoke). Celakanya, bahan beracun lebih banyak terdapat pada asap samping, misalnya karbon monoksida lima kali lipat dari asap utama, benzopirin tiga kali lipat dan amonia 50 kali lipat. Bahan-bahan itu dapat bertahan beberapa jam setelah kegiatan merokok dihentikan.
Asap samping inilah yang kemudian dihirup oleh orang-orang bukan perokok tetapi berada di sekitar perokok atau bisa disebut juga dengan perokok pasif. Risiko yang dihadapi oleh perokok pasif pun sama bahayanya dengan perokok aktif misalnya sakit mata, sakit kepala, kanker paru-paru.

2.1.2 Cara kerja rokok
Pada saat rokok diisap, nikotin terserap ke dalam darah dan mengalir menuju reseptor otak. nikotin merangsang reseptor otak untuk melepas sejenis kimia yang disebut Dopamin. Zat inilah yang menberikan sensasi dan rasa nikmat dan tenang. tetapi, efek nikotin ini hanya berlangsung singkat. oleh karena itu, timbul dorongan untuk merokok lagi. Bukan hanya itu saja, pada saat rokok diisap temperatur rokok pada bibir adalah 30 derajat C, namun pada ujung rokok yang terbakar bersuhu 900 derajat C. Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan megurangi pengeluarkan ludah. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob (suasana bebas zat asam) sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak.

2.2 Faktor Penyebab Perokok Usia Dini dan Ciri-cirinya
Meski semua orang tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat merokok, kebiasaan merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat.
Di kalangan remaja, merokok sudah tidak asing lagi ditemukan,  baik yang duduk di bangku SMA hingga yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bahkan, pelajar yang masih berseragam tidak segan-segan lagi merokok di depan umum bahkan di lingkungan sekolah. Meski ada larangan dari sekolah, para pelajar masih banyak ditemukan merokok walaupun masih sembunyi-sembunyi seperti di kantin sekolah, WC, belakang kelas, teras rumah orang maupun di kebun belakang sekolah. Mereka pun tidak segan-segan mengambil uang jajan mereka untuk membeli rokok daripada membeli jajanan yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri. (Pengamatan di lingkungan SMP N 4 Jambi pada bulan Maret).
Dan bila diperhatikan dalam dua dekade terakhir ini ternyata kebiasaan perokok aktif pada usia dini cenderung meningkat dan dimulai pada usia yang semakin muda. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah perokok pemula umur 5-9 tahun naik secara signifikan. Hanya dalam tempo tiga tahun (2001-2004) persentase perokok usia dini naik dari 0,4 menjadi 2,8 persen. Intinya, usia anak merokok telah bergeser dari usia belasan tahun, kini menjadi 5-9 tahun atau rata-rata usia 7 tahun.
Seorang anak merokok itu karena di pengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
1.      Faktor orang tua
Orang tua merupakan peranan yang paling penting dalam perkembangan seorang anak karena biasanya anak selalu meniru kebiasaan orang tuanya. Artinya, bila orang tua merokok di depan sang anak ataupun menyuruhnya untuk membeli rokok, maka lama-kelamaan anak itu akan penasaran dan akhirnya ingin mencoba-coba. Selain itu bila orang tua tidak peduli dengan perkembangan sikap dan moral seorang anak maka kemungkinan besar sang anak akan leluasa melakukan segala hal dengan bebas sehingga akhirnya ia terjerumus kepada hal-hal yang negatif seperti merokok.

2.    Faktor pergaulan
Selain orang tua, faktor pergaulan pun tidak kalah penting. Maksudnya, mayoritas anak yang merokok itu akibat pengaruh teman-temannya yang suka merokok sehingga anak yang tidak merokok itu akhirnya penasaran untuk mencoba rokok. Bahkan bila sang anak itu menolak untuk merokok, maka tidak menutup kemungkinan teman-teman yang merokok itu akan terus mengajaknya melakukan hal yang mereka lakukan. Apalagi untuk seorang cowok, biasanya bila dia tidak memenuhi ajakan temannya itu maka ia dikatakan tidak gaul dan tidak jantan hingga dikatakan bencong atau anak ingusan.

3.      Faktor lingkungan
Faktor lingkungan juga mempengaruhi siswa yang merokok, contohnya seperti melihat orang yang merokok di lingkungan rumah, pasar, halte bus, terminal, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Selain itu, orang-orang yang berdagang pun sering menawarkan rokok kepada anak-anak sehingga mereka tergiur untuk membelinya. Dan bukan hanya itu saja, iklan rokok juga berpengaruh pada siswa yang merokok. Hal ini disebabkan karena iklan rokok yang ditampilkan di televisi ataupun sponsorship cenderung menampilkan hal-hal yang menggiurkan orang-orang yang melihatnya tanpa menampilkan sisi negatif dari rokok itu sehingga membuat anak penasaran dan akhirnya mencoba untuk merokok.

4.      Faktor ekonomi
Menurut data dari DepKes (Departemen Kesehatan) salah satu faktor yang mempengaruhi anak yang merokok adalah faktor ekonomi, terutama yang ekonominya lemah. Maksudnya, banyak siswa yang merokok itu berasal dari keluarga yang ekonominya lemah. Hal ini disebabkan karena biasanya anak yang merokok itu depresi atau stres sebab keinginannya untuk membeli sesuatu tidak bisa dipenuhi oleh orang tuanya dan mereka bosan dengan kehidupan mereka yang pas-pasan. Hal inilah yang menyebabkan mereka merokok karena mereka mengira rokok itu bisa menenangkan pikiran.

5.   Faktor pribadi
Faktor pribadi ini menyangkut psikologi seorang anak. Jadi biasanya anak yang merokok itu sedang mengalami banyak masalah, baik itu masalah keluarga, sekolah, dan masalah lainnya sehingga mereka tidak tenang atau depresi. Oleh sebab itulah mereka menenangkan pikiran mereka dengan merokok.

6.  Ketersediaan rokok
Karena rokok sudah menjadi hobi bagi orang-orang yang mengkonsumsinya, maka ketersediaan rokok pun semakin banyak dan tersebar dimana saja. Hal ini bisa membuat siswa mudah untuk memperoleh rokok dimanapun mereka berada tanpa perlu ditanyakan untuk siapa rokok itu, sebab rokok sudah banyak dijual di warung-warung. Keadaan ini bisa mengakibatkan peningkatan jumlah siswa yang merokok apalagi bila ketersediaan rokok itu tidak dibatasi.

Dengan banyaknya anak yang merokok di saat sekarang ini, maka terlihatlah perbedaan antara anak yang merokok dengan yang tidak merokok.
Ciri-ciri anak yang merokok adalah sebagai berikut :
1.      Prestasi menurun.
2.      Suka bolos dengan alasan tidak jelas.
3.      Aroma tubuh berbau rokok.
4.      Terdapat noda pada gigi yang berwarna coklat dan kuning-kuning.
5.      Mulut berbau rokok.
6.      Jari menguning.
7.      Sirkulasi tubuh buruk (cepat letih dan lelah).
8.      Perilakunya kurang baik.
9.      Bibir berwarna coklat.
10.  Suka berbohong kepada guru dan orang tua.
11.  Suka berbuat curang dan tidak jujur.
12.  Menghindar dari tanggung jawab.

2.3 Upaya Mengatasi dan Mencegah Perokok Usia Dini
 2.3.1 Peran pemerintah dan masyarakat dalam Mengatasi Perokok Usia Dini
Untuk mengurangi laju prevalensi perokok usia dini pemerintah berupaya membuat peraturan perundang-undangan, yaitu berupa :
1.      Anak tidak boleh merokok.
2.       Anak tidak boleh membeli rokok.
3.       Orang dewasa tidah boleh menjual rokok pada anak.
4.    Orang tua tidak boleh merokok di depan anak.
5.       Iklan rokok tidak boleh mengambil sasaran anak-anak.

Selain pemerintah, peran serta masyarakat dalam mengatasi atau mencegah siswa yang merokok juga tidak kalah penting, yaitu :
1.      Peran remaja
v  Jauhi dan hidari diri dari rokok.
v  Berhati-hati dalam memilih teman bergaul.
v  Tingkatkan kepedulian sosial dalam kepedulian lingkungan masyarakat.
v  Memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan positif.
v  Bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan Negara.
v  Kembangkan potensi diri, tingkatkan prestasi, dan raihlah cita-cita.
v  Melaporkan kepada guru apabila melihat siswa yang merokok.

2.      Peran orang tua
v  Mengajak keluarga meningkatkan iman dan takwa (kehidupan beragama).
v  Ciptakan komunikasi yang baik antara anggota keluarga.
v  Jadikan tempat curahan hati anak-anak.
v  Menanamkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri pada anak.
v  Salurkan dengan wajar hobi dan bakat anak.
v  Saling menghargai dan menyayangi antara keluarga.

3.      Peran tokoh agama dan mayarakat
v  Mengajak umat untuk meningkatkan iman dan takwa.
v  Mengembangkan nilai-nilai moral, agama, dan adat istiadat yang ada dilingkungannya.
v  Mengajak masayarakat dalam mesosialisasikan bahaya rokok kepada setiap anak.

4.      Peran guru
v  Perhatikan tingkah laku siswa yang menyimpang. (seperti merokok).
v  Sekali-kali adakan razia kelas.
v  Mengeluarkan waktu luang murid dengan PR dan ekstrakulikuler.
v  Memberikan masihat kepada para siswa tentang bahaya merokok.

5.      Peran sekolah
v  Menciptakan iklim sekolah yang konduksif.
v  Mengoptimalkan bimbingan religi (agama).
v  Mensosialisasikan bahaya dan dampak merokok.
v  Meningkatkan pengetahuan, kepekaan, dan sikap siswa terhadap bahaya dan dampak dari berbagai aspek hukum, kesehatan, psikologi, sosial budaya.

2.3.2 Tips berhenti merokok.
Bagi siswa yang merokok, ada tips-tips untuk berhenti merokok, yaitu :
1.      Persiapan diri (niat kuat untuk menjauhi rokok).
2.      Mencari dukungan. Beritahu keluarga atau teman bahwa anda telah berhenti merokok dan minta mereka untuk tidak merokok lagi di depan anda.
3.      Rancangkan sesuatu yang boleh menggembirakan hati setiap hari
4.      Banyakkan minum air.
5.      Belajar perilaku baru. Alihkan pikiran dan keinginan merokok, seperti ngobrol, jalan-jalan, atau melakukan kesibukan lain.
6.      Bersiap menghadapi keinginan merokok kembali. Tapi jangan terpengaruh !
7.      Berani menolak ajakan teman secara halus bahwa kamu tidak mau merokok lagi.
8.      Sekali berhenti jangan pernah mencoba lagi..
9.      Jangan mau lagi bergaul dengan siswa-siswa yang perilakunya tidak baik, seperti suka merokok.

2.4 Akibat-akibat Dari Merokok
Dengan banyaknya zat-zat bebahaya yang terkandung dalam rokok itu maka banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit seperti :
1.      Otak = strok, perubahan kimia otak.
2.      Mulut dan tenggorokan = kanker bibir. Kanker rongga mulut, kanker tenggorokan, kanker laring, kanker bronchitis, penyakit gusi.
3.      Jantung = melemahnya arteri, meningkatkan risiko serangan jantung.
4.      Dada = kanker esophagus.
5.      Paru-paru = kanker paru-paru, empisema, asma, penyakit paru obstruktif kronis.
6.      Hati = kanker hati.
7.      Perut = tukak lambung, kanker lambung, kanker pancreas, kanker usus besar, pelebaran pembuluh nadi perut.
8.      Ginjal dan kandung kemih = kanker ginjal dan kandung kemih.
9.      Reproduksi pria = kerusakan sperma, impoten.
10.   Reproduksi wanita = kanker rahim, mandul.
11.  Kaki = gangren akibat penggumpalah darah.
Selain itu perokok juga membuat para pemakainya boros dalam pemakaian uang mereka karena setiap hari mereka membeli rokok.

Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam rokok dan akibatnya tercantum pada tabel berikut:
Bahan Kimia
Akibat
Nikotin
v  Jantung berdebar-debar
v  Meningkatkan tekanan darah
v  Meningkatkan kadar khoresterol dalam darah sehingga bisa terjadi serangan jantung
v  Menyebabkan kecanduan
v  Merusak jaringan otak
v  Darah mudah menggumpal
v  Dan lain-lain
Tar
v  Batuk-batuk atau sesak napas
v  Kanker jalan nafas, lidah atau bibir
v  Merusak sel paru-paru
v  Meningkatkan produksi lender atau dahak di paru-paru
v  Menyebabkan kanker paru-paru
Karbon Monoksida (CO)
v  Mengurangi jumlah oksigen yang dapat diikat darah
v  Menghalangi transportasi oksigen dalam tubuh
Zat Karsinogen
v  Memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh
Zat Iritan
v  Mengakibatkan batuk
v  Menyebabkan kanker paru-paru
v  Mengiritasi paru-paru
PAH
v  Menyebabkan kanker

Perokok pemula dapat mengalami keracunan nikotin. Gejala keracunan nikotin ditandai denngan mual, muntah, nyeri kepala, keringat dingin, tak mampu memusatkan pikiran, kesadaran berkurang, dan denyut nadi bertambah cepat.
Pada pemakaian rokok yang lama dapat terjadi ketergantungan fisik. Gejala pemantangan yang berupa denyut bertambah cepat, gemetar (tremor) pada tangan, suhu tubuh naik, dorongan yang kuat untuk merokok lagi, mudah marah, tekanan darah sedikit menurun, terasa ada kedutan pada otot, nyeri kepala, dan kehilangan selera makan (anoreksia). Banyaknya gejala pemantangan itulah yang menyebabkan seorang perokok berat untuk berhenti merokok.
Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan banyaknya rokok yang diisap setiap hari, berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok. Jika telah lama maka penyakitnya akan bertambah parah dan banyak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar